Ali RA berkata: "Wahai para pemegang ilmu, hendaklah kalian
mengamalkannya (ilmu yang telah diketahui), karena seorang alim adalah
yang mengamalkan apa yang ia ketahui dan ilmunya cocok dengan amalannya.
Akan ada beberapa kaum, mereka membawa ilmu dan ilmu mereka tidak
melewati kerongkongan mereka, amal dan ilmu mereka tidak sesuai, batin
dan lahir mereka tidak sesuai, mereka duduk-duduk bermajlis dalam sebuah
kelompok dan sebagian mereka membanggakan sebagian yang lain, hingga
seorang laki-laki marah kepada teman duduknya, sehingga jika duduk akan
berpindah ke tempat lain, sehingga yang lain meninggalkannya. Mereka
itulah yang amal mereka tidak diangkat kepada Allah"
(HR Darimi)
Sedang
kalimat yang buruk, diumpamakan sebagai pohon yang buruk pula, yang
telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap/tegak
sedikitpun! (lihat ibrahnya pada QS Ibrahim, 14:25)
Ali bin Thalib r.a.
berkata bahawa beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan
muncul di antara umatku suatu kaum yang membaca Al-Quran bukan seperti
lazimnya kamu membaca, dan sembahyangmu jauh berbeza dengan cara mereka
bersembahyang. Mereka membaca Al-Quran dengan mengira bahawa Al-Quran
itu sebagai alat propaganda mereka, padahal Al-Quran itu berisi
peringatan yang harus mereka junjung. Bacaan mereka itu tidak melebihi
kerongkongnya (tidak sampai meresap ke dalam hati). Mereka itu
sebenarnya keluar dari Islam, bagaikan anak panah yang lepas dari
busurnya.
(Riwayat Muslim)
Dan sesungguhnya telah datang kepada
mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya;
karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. AN NAHL:113)
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wassalam tlah mgajarkn kpd ummatNya melalui sabdaNya
"Matikan lah lampu lampu diwaktu tidur malam jk kalian hendak tidur dan
tutuplah pintu-pintu,bejana serta makanan dan minuman kalian"
(HR.BUKHARI MUSLIM)
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda:
“Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua hal, (pertama) kepada
seseorang yang dikaruniai Allah harta, lalu ia membelanjakannya dalam
kebenaran, (dan yang kedua) kepada seseorang yang diberi Allah hikmah
(ilmu), dan ia memberi keputusan dengan ilmu tersebut dan
mengajarkannya.” (HR Muslim)
Sabtu, 04 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar