Pages

Sabtu, 04 Februari 2012

Islami

Ali RA berkata: "Wahai para pemegang ilmu, hendaklah kalian mengamalkannya (ilmu yang telah diketahui), karena seorang alim adalah yang mengamalkan apa yang ia ketahui dan ilmunya cocok dengan amalannya. Akan ada beberapa kaum, mereka membawa ilmu dan ilmu mereka tidak melewati kerongkongan mereka, amal dan ilmu mereka tidak sesuai, batin dan lahir mereka tidak sesuai, mereka duduk-duduk bermajlis dalam sebuah kelompok dan sebagian mereka membanggakan sebagian yang lain, hingga seorang laki-laki marah kepada teman duduknya, sehingga jika duduk akan berpindah ke tempat lain, sehingga yang lain meninggalkannya. Mereka itulah yang amal mereka tidak diangkat kepada Allah"
(HR Darimi)


Sedang kalimat yang buruk, diumpamakan sebagai pohon yang buruk pula, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap/tegak sedikitpun! (lihat ibrahnya pada QS Ibrahim, 14:25)

Ali bin Thalib r.a. berkata bahawa beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan muncul di antara umatku suatu kaum yang membaca Al-Quran bukan seperti lazimnya kamu membaca, dan sembahyangmu jauh berbeza dengan cara mereka bersembahyang. Mereka membaca Al-Quran dengan mengira bahawa Al-Quran itu sebagai alat propaganda mereka, padahal Al-Quran itu berisi peringatan yang harus mereka junjung. Bacaan mereka itu tidak melebihi kerongkongnya (tidak sampai meresap ke dalam hati). Mereka itu sebenarnya keluar dari Islam, bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.
(Riwayat Muslim)

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. AN NAHL:113)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam tlah mgajarkn kpd ummatNya melalui sabdaNya "Matikan lah lampu lampu diwaktu tidur malam jk kalian hendak tidur dan tutuplah pintu-pintu,bejana serta makanan dan minuman kalian" (HR.BUKHARI MUSLIM)

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua hal, (pertama) kepada seseorang yang dikaruniai Allah harta, lalu ia membelanjakannya dalam kebenaran, (dan yang kedua) kepada seseorang yang diberi Allah hikmah (ilmu), dan ia memberi keputusan dengan ilmu tersebut dan mengajarkannya.” (HR Muslim)

0 komentar:

Posting Komentar